Memperbaiki Mindset Tentang Remaja Masa Kini

Memperbaiki Mindset Tentang Remaja Masa Kini




Memperbaiki Mindset Tentang Remaja Masa Kini

Dalam sebuah teori yang mengaitkan usia remaja selalu identik dengan stress dan usia badai masalah ketahuilah itu semua adalah kekeliruan yang besar. Saat ini kita banyak menyimak kejadian-kejadian yang tidak senonoh dan yang sangat mempengaruhi buruk bagi para remaja sehingga banyaknya tugas dan peran seorang remaja yang beralih akibat hambatan-hambatan itu. Padahal seharusnya masa muda mampu beradaptasi secara produktif dengan kegiatan-kegiatan yang positif sesuai dengan berkembangnya zaman.

Akhir-akhir ini kita sering di kagetkan dengan berita-berita sedih dan tak jarang sedikit menakutkan. Dengan semua yang terjadi pada remaja masa kini, seorang remaja selalu dikaitkan dengan kata-kata yang jauh dari produktivitas, bahkan sering di sangkut pautkan dengan hedonisme, gengsi semata, gaul, boros, angkuh, merasa paling hebat, dan rasa tidak menghargai kepada lingkungan sosial. Sebenarnya kejadian-kejadian kriminal masa remaja seperti perkosaan, mabuk-mabukan, narkoba, nepotisme itu semua muncul dari perasaan sepele diatas yang sering kita anggap biasa. Pada ujungnya itu semua seolah membawa mu kepada alam bawah sadar yang tidak diharapkan.

Dalam islam perkembangan seorang remaja telah di bahas. Islam mengajarkan manusia hidup secara jelas bertujuan dan berkesinambungan. Semua ajaran Islam harus diperkenalkan mulai sejak dini, agar ketika anak beranjak dewasa tidak merasa berat untuk melaksanakannya. Semua punya proses dalam hidup ini, misalnya Islam menyuruh anak shalat mulai usia tujuh tahun dan usia sepuluh tahun sudah boleh diberi pelajaran, 

Hadits Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa salam dari Abu Daud (no. 495) dan Ahmad (6650) telah meriwayatkan dari Amr bin Syu'aib, dari bapaknya dari kakeknya, dia berkata, "Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

مُرُوا أَوْلادَكُمْ بِالصَّلاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ ، وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ ، وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ)  (وصححه الألباني في "الإرواء"، رقم : 247

"Perintahkan anak-anak kalian untuk melakukan shalat saat usia mereka tujuh tahun, dan pukullah mereka saat usia sepuluh tahun. Dan pisahkan tempat tidur mereka." (Dishahihkan oleh Al-Albany dalam Irwa'u Ghalil, no. 247)

Ibnu Qudamah rahimahullah berkata dalam kitab Al-Mughni (1/357)

"Perintah dan pengajaran ini berlaku bagi anak-anak agar mereka terbiasa melakukan shalat dan tidak meninggalkannya ketika sudah baligh."

Memukul yang dimaksud dalam hadits ini adalah memukul dalam bingkai mendidik dan tidak menyiksa anak, anak masih mudah untuk dibentuk hanya dengan pukulan dan hukuman ringan asalkan orang tua mampu menjadi uswah hasanah bagi anak-anaknya.

Dalam masa perkembangan seorang remaja juga harus bisa mulai menambah wawasan-wawasan agar bisa bertahan di tengah msyarakat, sebagaiaman hurlock menyebutkan juga :

1. Mampu menerima keadaan fisiknya;

2. Mampu menerima dan memahami peran seks usia dewasa;

3. Mampu membina hubungan baik dengan anggota kelompok yang berlainan jenis;

4. Mencapai kemandirian emosional;

5. Mencapai kemandirian ekonomi;

6. Mengembangkan konsep dan keterampilan intelektual yang sangat diperlukan untuk melakukan peran sebagai anggota masyarakat;

7. Memahami dan menginternalisasikan nilai-nilai orang dewasa dan orang tua;

8. Mengembangkan perilaku tanggung jawab social yang diperlukan untuk memasuki dunia dewasa;

9. Mempersiapkan diri untuk memasuki perkawinan;

10. Memahami dan mempersiapkan berbagai tanggung jawab kehidupan keluarga.

Proses kita sudah bisa beradapatasi dengan lingkungan, yaitu jiwa sosial yang dimiliki diterapkan langsung dengan lingkungan terdekat yang dikenalinya. Karena hakikatnya manusia adalah makhluk sosial yang memerlukan self-awareness, sexual understanding, good relationship, bahkan mengontrol emosi secara mandiri itu ditunjukan pada nomer 1 sampai 4.

5 dan 6 menggambarkan sebuah proses perpindahan remaja menuju dewasa sehingga remaja yang aktif dan produktif memunculkan kedewasaan yang baik seutuhnya. Proses ini berkelanjutan dengan proses tugas nomer 7 dan juga 8 untuk bisa bertahan hidup dan memajukan tingkat kedewasaan sebelum menuju tahap perkawainan.

Maka sudah saatnya kita berbenah diri mempersiapkan masa yang akan datang sebelum waktunya terlambat. Segerakan move on atau hijrah untuk menjadi remaja yang produktif dan berguna bagi diri kita sendiri dan juga bagi masyarakat banyak. Dengan hobi dan aktifitas kita setiap harinya itu sangat dibutuhkan untuk mempersiapkan masa depan kita menjadi sukses. Apapu itu profesimu, yang menentukan bukan hanya bentuk dan jenis profesimu saja, melainkan produktifitas, dan konsistensi kita dalam melakukan hal tersebut hingga tiba kesuksesan yang kita inginkan.

Be A Great Youth to build your Nation, and Dont’ hope a gift from peoplethat makes you 


Oleh : Azmi Muhammad Hijri (Mahasiswa STEI SEBI, Prodi. Hukum Ekonomi Syari'ah)
Editor : Penamuslim.com

Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar