15 sunnah Rosulullah Untuk Suami Istri yang Sering Dilupakan

Menikah merupakan sunnah Rosulullah sholallahu 'alaihi wa salam yang diperuntukkan untuk umatnya , khususnya bagi pemuda. Apabila ia sudah mampu maka menikahlah, 
Rosulullah sholallahu 'alaihi wa salam bersabda,

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ : قَالَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – : (( يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ , مَنْ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ الْبَاءَة فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ , وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ , وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ )).

Abdullah bin Mas’ud menuturkan bahwa Rasulullah bersabda. “wahai para pemuda, barangsiapa diantara kalian yang telah mampu untuk menukah, hendaknya dia menikah karena dengan pernikahan tersebut bisa lebih menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan, barang siapa yang tidak mampu, maka hendakllah dia berpuasa kerena hal itu dapat meredan syahwat."

Hadits diatas adalah anjuran untuk menikah bagi siapa saja yang telah mampu untuk menikah dan untuk membentengi dan menjaga kehormatan diri yang bersifat wajib bagi umat islam dari perkara-perkara yang merusak. Oleh karena itu para Fuqaha’ telah membagi hukum Nikah menjadi 5: sunnah, haram, makruh, boleh dan wajib.



Berikut adalah 15 sunnah Rosulullah Untuk Suami Istri yang Sering Dilupakan

1. Satu selimut Bersama istri (HR. Tirmidzi : 132)

2. Sering mencium istri 

Aisyah meriwayatkan, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menciumnya sedangkan beliau dalam keadaan berpuasa. Kemudian beliau bersabda, “sesungguhnya ciuman itu tidak membatlkan wudlu dan tidak membuat buka orang yang berpuasa”.

Dan beliau berkata, “wahai humaira (panggilan untuk Aisyah) sesungguhnya dalam agama kita terdapat kelapangan”. Rasulullah tetap berpuasa, beliau mencium di bagian mana saja bagian wajahku hingga beliau berbuka. (H.R. An Nasai dalam sunan al kubra)

3. Makan minum berdua 

Rasulullah telah memberikan contoh untuk makan sepirng berdua dengan istrinya, hal itu dimaksudkan untuk menunjukkan kecintaan kepada sang istri bahkan Rasulullah meletakkan mulutnya di bekas mulut istrinya pada gelas yang sama.

Aisyah berkata : “Pernah aku minum, sedangkan aku pada saat itu sedang haid. Kemudian aku memberikan minuman tersebut kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dari bejana yang sama, dimana beliau menempelkan mulutnya persis ditempat bekas aku minum, lalu beliau minum…” (H.R. Muslim)

4. Mandi Bersama istri 

Dalam waktu senggang memang sangat baik suami istri bisa saling memandikan satu sama lainnya, baik karena kebutuhan kesehatan atau untuk menjalin kaharmonisan, bahkan mungkin untuk kepentingan ta’lim (pembelajaran), karena mungkin saja seorang istri belum memahami bagaimana cara mandi besar (mandi wajib sehabis junub) yang benar, maka seorang suami berkewajiban mengajarkan istrinya agar bisa melaksanakan mandi besar yang benar.

Berkata Aisyah : ”Aku mandi bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam satu bejana, aku mendahuluinya dan ia mendahuluiku (mengambil wadah) sampai-sampai ia berkata: “tinggalkan untukku”, dan aku berkata, “tinggalkan untukku. (H.R. An Nasai)

5. Menyisir rambut suami 

Dalam sebuah riwayat Aisyah berkata, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam jika beritikaf beliau mendekatkan kepalanya kepadaku. Kemudian aku menyisirnya, sedangkan aku dalam keadaan haid. (H.R. Bukhari)

6. Membantu pekerjaan rumah (HR. Muslim)

7. Membela Istri (HR. Ahmad)

8. Tetap romantis walau istri sedang haid 

Keromantisan Rasulullah tetap terasa oleh Aisyah istrinya walaupun Aisyah dalam keadaan haid, dalam suatu riwayat diceritakan bahwa Rasulullah pernah meminta Aisyah untuk mengahangatkan tubuhnya padahal Aisyah dalam keadaan haid, Rasulullah berkata :

“Mendekatlah kepadaku, hangatkanlah diriku, hangatkanlah diriku !”. Lalu kukatakan pada beliau, “saya sedang haid”. Beliau berkata, “walaupun engkau sedang haid, singkaplah kedua pahamu”. Lalu kubukakan kedua pahaku dan beliau meletakkan pipi dan kepalanya (juga dadanya) di atas kedua pahaku (aku mendekap beliau) hingga beliau merasa hangat dan tertidur. (H.R. Bukhari)

9. Menemani istri yang sedang sakit 

Diriwayatkan oleh Aisyah RA bahwa, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang penyayang lagi lembut. Dan beliau akan menjadi orang yang sangat lembut dan paling banyak menemani ketika istrinya sedang sakit. (H.R. Bukhari dan Muslim)

10. Memberi istri hadiah atau kado (HR. Ahmad)

11. Mengajak istri ketika hendak ke luar kota 

Aisyah berkata, “adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila hendak ke luar kota, beliau mengundi diantara istri-istrinya. Maka jatuhlah undian pada Aisyah dan Hafsah. Kemudian keduanya ke luar dengan beliau bersama-sama.” (H.R Bukhori)

12. Suami istri jalan-jalan berdua malam hari 

Aisyah berkata, “adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila hendak ke luar kota, beliau mengundi diantara istri-istrinya. Maka jatuhlah undian pada Aisyah dan Hafsah. Kemudian keduanya ke luar dengan beliau bersama-sama. Dan Rasulullah apabila datang waktu malam, beliau berjalan bersama Aisyah dan berbincang-bincang dengannya”. (H.R Bukhori)

13. Memanggil dengan kata-kata yang mesra (HR. Muslim)

Berterus terang tentang cinta dan mengungkapkan perasaan sayang terhadap istri merupakan salah satu seni bergaul yang dicontohkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Alangkah baiknya sang suami memanggil istri dengan nama terbaik yang disukainya. Bisa juga disampaikan panggilan-panggilan sayang seperti honey, yayang, my queen, my darling, dear, neng, diajeng, atau sapaan khusus hanya suami istri saja yang tahu.

Seringkali Rasulullah memanjatkan Aisyah dengan ucapan “wahai Humaira” (panggilan sayang untuk Aisyah).
14. Mendinginkan kemarahan istri dengan kemesraan (HR. Ibnu Sunni)

15. Tidur di pangkuan istri (HR. Bukhori)

Subhanallah...

Beruntunglah suami yg sudah mangerjakan sedikit banyak dari sunnah di atas, karena dapat menguatkan jalinan cinta dan mewujudkan keluarga sakinah dan digelari oleh RASULULLAAH dengan sabdanya,

( خيركم خيركم لأهله ) 

 “Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik terhadap ahli keluarganya"  (HR. Ibnu Hibban : 4177)
Okay, para suami.... Dari 15 poin diatas, berapa yang sudah dipraktekan?

Jika ada yang belum...

Ayo kita kerjakan juga Sunnah Rasulullaah diatas yang belum kita kerjakan.

Barakallahu fiikum..

Belum ada Komentar untuk "15 sunnah Rosulullah Untuk Suami Istri yang Sering Dilupakan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel