Apakah Seorang yang Berpuasa Ramadhan Membutuhkan Niat Setiap Harinya?

Apakah Seorang yang Berpuasa Ramadhan Membutuhkan Niat Setiap Harinya?


---__*Tanya Jawab Seputar Puasa*__---

Apakah Seorang yang Berpuasa Membutuhkan Niat Setiap Harinya?


-Syaikh Ibnu Taimiyah -rohimahullah- ditanya :

Apakah pendapat guru kami tentang seorang yang berpuasa, apakah dia membutuhkan niat setiap harinya?

Beliau Menjawab : 
Setiap orang yang mengetahui kalau besok Ramadhan dan dia ingin berpuasa pada hari itu maka telah berniat untuk berpuasa meskipun ia telah melafadzkan niat atau belum dan inilah perbuatan kaum muslimin, mereka berniat untuk berpuasa.

-Syaikh Sholeh bin Fauzan bin Abdillah al-Fauzan -hafidzahullah- ditanya :

Kadang-kadang saya puasa tanpa berniat ketika memulai puasa, apakah niat syarat puasa setiap harinya atau cukup di awal bualan saja?

Beliau Menjawab :
Puasa dan ibadah lainnya haruslah berlandaskan niat, Rosulullah SAW bersabda:
إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

Dari Umar bin Khathab, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Sesungguhnya segala amalan itu tidak lain tergantung pada niat; dan sesungguhnya tiap-tiap orang tidak lain (akan memperoleh balasan dari) apa yang diniatkannya." 

dan dalam satu riwayat :
لا عمل الا بالنية 

"Tidak ada ibadah kecuali deibarengi dengan niat"


Maka puasa Ramadhan wajib dengan niat semenjak malam hari, yaitu dengan berniat puasa di hari tersebut sebelum terbit fajar. dan bangunnya seseorang di akhir malam dan dia makan sahur menunjukkan kalau dia ingin (berniat) puasa, tanpa harus melafadzkan niat.

Dan niat dalam puasa ramadhan (disertakan) setiap harinya karena setiap hari suatu Ibadah membutuhkan niat maka dia berniat untuk puasa dengan hatinya tiap harinya dalam malah hari, kalau dia telah berniat di malam hari kemudian dia tidur dan belum bangun sampai terbitnya fajar, maka puasanya sah, karena adanya niat semenjak malam hari.

Wallahu a'lam,,,

Dikutip dari kitab : "Ensiklopedi Seputar Ramadhan"
Oleh : Syaikh Abu Muhammad Asyraf bin Abdul Al Maqshud


Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar