Apa Itu Nawaqidhul Iman? Ini Pengertiannya

Apa Itu Nawaqidhul Iman? Ini Pengertiannya

Segala puji kepada Allah Rabb Semesta Alam, semoga shalawat serta salam tercurah atas nbi kita Nabi Muhammad, Keluarga-nya dan Para Shahabatnya. Wa’badu
(Annawaqidh) Adalah jama’ dari  نا قضIsim Fa’il Dari نقض الشيء yang maksudnya membelah sesuatu, menghancurkannya dan merusakanya. Allah Berfirman,
وَلَا تَنْقُضُوا الْأَيْمَانَ بَعْدَ تَوْكِيدِهَا
“Dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpahmu itu, sesudah Meneguhkanya”(An-Nahl : 91)

وَلَا تَكُونُوا كَالَّتِي نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ أَنْكَاثًا
“Dan Janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan Benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali” (An-Nahl : 92)
ألإسلام Berserah diri kepada Allah dengan tauhid dan tunduk kepadanya dengan ketaatan serta berlepas diri dari kesyirikan dan pelakunya.
أسلم  artinya إستسلم (berserah diri), Yaitu berserah diri kepada Allah Dengan mengesakanya dan memurnikan ibadah hanya untuk Allah .
 التوحيد(Tauhid) Adalah mengesakan Allah dalam beribadah, dengan menjadikan yang disembah hanya satu (yaitu Allah).
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُون
padahal mereka hanya disuruh Menyembah Tuhan Yang Esa tidak Ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Mahasuci Allah dari apa yang mereka Persekutukan. (At-taubah: 31)
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ
Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatannya dalam menjalankanya agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.(Al-Bayinnah: 5)

إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ أَمَرَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
“Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. Dan telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain dia. Itulah agama yang lurus, Tetapi kebanyakan Manusia tidak mengetahui.” (yusuf: 40)
            Pernyataan Beliau “tunduk kepadanya dengan ketaatan”. Maksudnya, dengan tauhid terjadilah ketaatan terhadap perintah-perintah Allah, Meninggalkan apa yang dilarangnya dan menjauhinya.sehingga ketaatan mencakup kegiatan melakanakan perintah dan meninggalkan larangan,dan tidak cukup meyakini keesaan allah tanpa perbuatan.
Pernyataan ,”Berlepas diri dari kesyirikan dan pelakunya .“Pengertianya, tidak cukup bagi seseorang untuk tidak menyembah selain Allah, tapi harus dibarengi dengan berlepas dari kesyirikan dan pelakunya, mengakui kebatilan nya, kekufuran orang berbuat syirik  dan dibarengi dengan kebencian dan permusuhan terhadap merekaKArena Allah.Sebagaimana Ibrahim Alaihisallam berlepas diri dari orang-orang yang bersamanya dari golongan musyrikin dalam firman Allah Azza wajalla :
قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ
“Sesungguhnya Telah ada Suri Tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia ketika mereka berkata kepada kaum mereka, “sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dan daripada apa yang kamu sembah selain Allah.”(Al-Mumtahanah: 4)
Begitu juga Ayat Lain Yang memerintahkan Kita agar Bertauhid dan berlepas diri dari kesyirikan dan pelaku kesyirikan,
نَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ
sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dan daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja.” (Al-Mumtahanah: 4)
لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ
“Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman kepada Allah dan Akhirat, Saling berkasih saying dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasulnya, Sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, Atau anak-anak atau Saudara-saudara ataupun keluarga mereka.”(Al-Mujadilah: 22).
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا آبَاءَكُمْ وَإِخْوَانَكُمْ أَوْلِيَاءَ إِنِ اسْتَحَبُّوا الْكُفْرَ عَلَى الْإِيمَانِ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ
“Hai Orang-orang beriman, Janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu menjadi walimu, jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa diantara kamu yang menjadiakan mereka wali, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”(At-Taubah : 23)
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا عَدُوِّي وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَاءَ
“Hai orang-orang yang beriman, Janganlah mengambil musuhku dan musuhmu menjadi teman-teman setia.” (Al-Mumtahanah: 1)
 Islam mempunyai beberapa pembatal .kadang manusia Masuk islam namun ia melakukan beberapa hal yang membuat nya keluar dari Islam baik disadari ataupun tidak.Maka wajib Bagi setiap muslim mengetahui beberapa pembatal keislaman ini.
Syariat Islam ditegakan tidak lah lepas dari lima Hal utama yang Harus dijaga, yaitu
1)                  Menjaga Agama.
2)                  Menjaga Nyawa
3)                  Menjaga Harta
4)                  Menjaga akal
5)                  Menjaga Kehormatan
Maka dalam Hal menjaga agama, kita harus menghindari hal-hal yang membatalkan Islam yang menyebabkan pelakunya menjadi murtad (keluar dari agama Islam).

الرّدة (kemurtadan) Maksudnya adalah kembali. Orang murtad adalah orang yang kembali dari agamanya, baik dengan ucapan, keyakinan, perbuatan dan keraguan.
Sumber : Kitab Tauhid 
Penulis : Syaikh Shalih Fauzan Al Fauzan

Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar